Senin, 12 Januari 2026
Administrasi keamanan jaringan bab 2
VIRTUAL PRIVATE SERVER
A. Evaluasi Virtual Private Server
VPS (Virtual Privat Server) identik dengan teknologi server side tentang sistem operasi dan perangkat lunak yang memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas besar dibagi ke beberapa virtual mesin. Secara umum, VPS dibagi menjadi beberapa VM (Virtual Machines), di mana disetiap VM berupa "Virtual Server" yang dapat di instal pada sistem operasi tersendiri.
1. Jenis Virtual Private Server (VPS)
Traffic visitor website sudah membesar secara tidak langsung akan memperberat shared hosting yang digunakan. Sebab bertambahnya pengunjung blog akan berdampak besar terhadap bandwidth hosting sehingga rasanya tidak mungkin lagi menggunakan shared hosting/cloud hosting dengan bandwidth yang terbatas
a. OpenVZ
OpenVZ adalah jenis VPS menggunakan sistem operasi yang bekerja pada shared kernel yang biasa digunakan oleh website-website golongan menengah ke bawah, tetapi jarang digunakan oleh website yang sudah sangat terkenal.
b. KVM (Kernel Based Virtual Machine)
Salah satu keunggulan paling mencolok VPS ini dibandingkan dengan OpenVZ adalah bisa langsung berinteraksi dengan hardwarenya, sedangkan OpenVZ harus menggunakan sistem operasi untuk dapat terhubung atau berkomunikasi.
c. HVM (Hardware Virtual Machine)
Pada dasarnya, virtualisasi HVM (Hardware Virtual Machine) berada ditingkat kernel. Bahkan, HVM juga membebaskan penggunanya untuk menggunakan hardware secara penuh.
d. Hyper V
Hyper V atau biasa disebut Microsoft Hyper-V ini adalah jenis virtualisasi VPS yang sangat cocok untuk Windows OS.
2. Prinsip Dasar VPS
VPS sebagai metode unik dalam membagi sumber daya (resource) sebuah server menjadi beberapa server virtual. Server virtual tersebut memiliki kemampuan menjalankan operating system sendiri seperti halnya sebuah server. Bahkan dapat me-reboot sebuah server virtual secara terpisah (tidak harus mem-reboot server utama)
prinsip-prinsip dasar VPS di antaranya sebagai berikut.
a. VPS bekerja seperti sebuah server yang terpisah.
b. VPS memiliki processes, users, files dan menyediakan full root access.
c. Setiap VPS memiliki IP address, port number, tables, filtering dan routing rules sendiri.
d. VPS dapat melakukan configurasi file untuk sistem dan aplikasi software.
e. Setiap VPS dapat memiliki system libraries atau mengubah menjadi salah satu system libraries yang lain.
f. Setiap VPS dapat delete, add, modify file apa saja, termasuk file yang ada di dalam root, dan menginstall software aplikasi sendiri atau menkonfigurasi root application software.
a. Web Hosting
Salah satu penggunaan yang populer VPS adalah untuk menyediakan web hosting. Virtual Private Server sangat tepat untuk level menengah dan situs web, di mana aplikasi membutuhkan
b. Backup Server
Kebutuhan backup server untuk menjamin layanan selalu berjalan normal menjadi hal yang sangat penting. Backup server ini bisa meliputi situs web, surel, berkas, dan basis data.
c. File server atau storage server
Sebagai file server atau storage server di mana kita bisa menyimpan file dan data melalui ftp dan http
d. Sebagai server remote desktop
Sebagai server remote desktop, di mana bisa mendownload dan mengupload file secara remote, menjalankan aplikası forex, bot/robot & automation, maupun spinner
e. Sebagai host server untuk VPN dan Tunneling.
f. Application Hosting Dengan Virtual Private Server
Memungkinkan untuk membangun custom mission critical software tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu mahal.
g. Development/Test Environments
Virtual Private Server juga membantu untuk melakukan serangkaian development testing secara efisien, beberapa sistem operasi dan alamat IP publik dengan mudah bisa dilakukan, koneksi secara remote untuk reboot dan penggantian interface cukup dilakukan dengan cepat, sama seperti halnya memiliki 1 rak yang penuh dengan server testing.
h. Educational Outpost
Virtual Private Server menjadikan ajang untuk bereksperimen UNIX Operating System dengan berbagai macam distribusi sekaligus. Membuat proses ekperimen lebih beragam dan lebih mudah membandingkannya.
3. Penyewaan VPS
VPS dapat dibagi menjadi beberapa VM (Virtual Machines), di mana disetiap VM berupa "virtual server" yang dapat diiinstall sistem operasi tersendiri sehingga VPS terasa seperti sebuah dedicated server.
a. Portal/website dengan tingkat kunjungan tinggi
Apabila mengelola satu atau beberapa website dengan tingkat kunjungan sangat tinggi, maka layanan shared hosting tidak lagi cocok. Maka VPS menjadi pilihan paling tepat.
b. Penyedia layanan web hosting
Dalam hal ini bisa jadi penyedia layanan web hosting atau web developer yang menghadirkan layanan hosting sebagai one stop service kepada pelanggan.
c. Corporate dan pemerintah
Kebutuhan yang paling banyak dijumpai pada segmen corporate adalah e-mail, database dan sistem informasi.
d. Web developer dan pengembang aplikasi
Dengan menggunakan VPS bebas membuat akun-akun hosting untuk pelanggan, menghadirkan layanan terintegrasi yang tentunya adalah sebuah nilai tambah.
e. TV/Radio untuk audio video streaming
VPS menyediakan audio atau video streaming tanpa harus menggunakan dedicated server
f. Aplikasi khusus
Biasanya menggunakan dedicated server untuk menginstall aplikasi-plikasi khusus seperti Map Server, VOIP, OpenERP, game server dan lain-lain.
4. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih VPS di Indonesia
Hosting server Indonesia berupa komputer server yang digunakan untuk menyimpan data, umumnya untuk webpage yang terletak di Indonesia sehingga lazim disebut sebagai Indonesia Internet Exchange (IIX).
A. HDD
Saat memilih VPS, harus perlu mempertimbangkan jenis HDD apa yang akan digunakan. Hal ini membuktikan bahwa hard disk menjadi faktor yang sangat penting dalam mempertimbangkan provider VPS di Indonesia. HDD (Hard Disk Drive) identik dengan piringan khusus sebagai media penyimpanan dasar yang non-volatile (data tidak akan hilang ketika komputer dalam keadaan mati) pada komputer
1 ) SATA (Serial Advanced Technology Attachment)
SATA berupa cakram yang cukup handal dengan kapasitas penyimpanan yang tinggi tetapi dengan kemampuan baca / tulis yang lebih lambat
2) SAS (Serial Attached SCSI)
SAS memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding SATA, hard drive perusahaan dapat beroperasi lebih cepat dengan kinerja baca / tulis yang lebih tinggi tetapi kapasitas penyimpanannya lebih rendah.
3) SSD (Solid State Drive).
SSD menawarkan kemajuan besar melalui disk mekanik dalam hal kinerja yang sangat bisa diandalkan. Bisa dikatakan bahwa SSD identik dengan teknologi penyimpanan data masa depan.
B. Operating System (OS)
Prosedur dalam memilih sistem operasi (operating system) dan VPS secara umum akan tersedia dalam waktu maksimal dua menit dengan berbagai pilihan Sistem Operasi (OS) yang ditawarkan, diantaranya CentOS, CloudLinux, Debian, Ubuntu, Fedora, Gentoo, Red Hat Enterprise Linux, FreeBSD, dan OpenSUSE.
C. Backup
Saat memilih VPS sangat penting untuk memiliki strategi cadangan. Backup tidak hanya terkait keamanan dalam hal memulihkan data kalau terjadi masalah pada hardware server, tetapi juga penting jika data tidak sengaja terhapus.
D. Lokasi
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Teransaksi Elektronik pasal 17, setiap website yang menyimpan data-data keuangan dan digunakan untuk pelayanan publik, wajib menggunakan datacenter di Indonesia.
B. Konfigurasi virtual private server
Pada dasarnya VPS (Virtual Private Server) hampir sama dengan web hosting, bedanya dengan web hosting adalah memiliki kebebasan menentukan sistem operasi yang akan digunakan dan bisa memilih aplikasi/sotfware apa saja yang akan diinstal pada VPS tersebut.
1. Software yang Harus di Install
Sentral control panel seperti cPanel, Webuzo, atau pun EHCP akan lebih mudah dalam mengelola sebuah website dan tidak perlu menginstall kembali aplikasi Apache, MySQL phpMyAdmin, dan PHP karena secara otomatis akan terinstal dengan sendiri.
a. Apache
Software Apache pada umumnya sudah terinstall pada saat menyewa VPS agar file HTML dan folder bisa dibuka melalui komputer lain (internet) menggunakan web browser.
b. Database (MySQL)
Database digunakan untuk menyimpan segala informasi secara terstruktur, misalnya postingan, komentar, dan lain-lain. Aplikasi database banyak macamnya seperti PostgreSQL, ORACLE dan lain-lain. Beberapa aplikasi yang juga membutuhkan MySQL database di antaranya WordPress, Joomla dan CMS yang lainnya.
c. PHP
PHP identik dengan sebuah bahasa skrip yang digunakan untuk membuat blog secara dinamis. Tanpa adanya PHP script, maka php tidak bisa dijalankan. Berbagai produk-produk website atau CMS kebanyakan yang dibuat menggunakan PHP, salah satunya yang paling terkenal adalah wordpress.org.
d. PHPMyAdmin
PHPMyAdmin diterjemahkan sebagai sebuah aplikasi agar user lebih leluasa dalam mengelola database MySQL dengan basis GUI (Graphical User Interface).
2. Konfigurasi VPS Linux untuk Web Hosting
Distro yang sering digunakan untuk membuat konfigurasi VPS untuk web hosting adalah Debian, tetapi bisa juga diterapkan pada distro-distro turunannya seperti Ubuntu. Selanjutnya user harus memiliki akses root. Definisi dari root adalah user dengan level tertinggi dan memiliki akses ke semua perintah dari file pada Linux atau mau pun sistem operasi lain berbasis UNIX.
a. Masuk ke dalam folder /var/www dan lakukan unduh (download)
wordpress dengan perintah sebagai berikut.
cd /var/www && wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
b. Setelah proses pengunduh selesai dilakukan, selanjutnya ekstrak file tersebut dengan perintah sebagai berikut.
tar xf latest.tar.gz
c Selanjutnya akan muncul folder baru dengan nama wordpress. Dalam hal ini, user harus memindahkan semua isi pada folder wordpress tersebut untuk diletakkan pada root directoy (/var/www). Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut.
cd wordpress && mv * /var/www
Setelah itu file index.html dihapus karena dapat mengganggu pada saat akan mengakses alamat ip/domain pada tahap selanjutnya.
rm index.html
d. Sebelum membuat website dengan wordpress, diawali dengan membuat database terlebih dahulu. Caranya dengan membuka
e. Selanjutnya untuk melakukan proses instalasi wordpress pada VPS dengan cara membuka alamat IP VPS yang bersangkutan sehingga tampil halaman konfigurasi wordpress sebagai berikut.
f. Klik pada Create a Configuration File lalu klik Lets Go. Selanjutnya muncul tampilan seperti pada gambar berikut.
g. Masukkan semua informasi yang dibutuhkan, lalu klik tombol Submit sehingga muncul tampilan sebagai berikut.
h. Selanjutnya kembali ke terminal dan membuat file dengan nama wp-config.php dengan perintah sebagai berikut.
i. Berikutnya kembali lagi tampilan awal Wordpress dan klik pada tombol Run the Install, sehingga muncul form sebagai berikut.
j. Jika dalam melakukan proses pemindahan website mengalami ganggian pada penempatan URL hasil posting, hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan enabled mod_rewrite dengan menjalankan perintah di terminal sebagai berikut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar